Rabu, 21 Maret 2012

P T P


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Dalam ekosistem terdapat dua peristiwa yang tidak terhenti yaitu aliran energi dan aliran materi. Aliran energi berasal dari sinar surya yang memasuki ekosistem. Energi ini digunakan untuk proses fotosintesis tanaman hijau dan selanjutnya beredar melalui ekosistem melalui rantai makanan. Sedangkan daur materi berlangsung dari organisme hidup ke lingkungan abiotik baik tanah atau atmosfer dan kembali lagi ke organisme hidup, sehingga keberadaan bahan-bahan di ekosistem dalam keseimbangan dinamik.
            Di dalam aliran energi terdapat aliran-aliran yang merupakan suatu peristiwa yang terjadi terus menerus. Salah satunya adalah siklus karbon. siklus ini memperlihatkan bahwa karbon bisa terdapat sebagai gas CO2 yang konsentrasinya sangat kecil tetapi sangat menentukan karbon secara global. Sebagian dari karbon terlarut dalam air permukaan, dan sumber air sebagai HCO3- atau sebagai CO2. sejumlah besar karbon terdapat dalam mineral-mineral, terutama dalam bentuk kalsium dan magnesium karbonat, seperti CaCO3. Reaksi fotosintesis menyediakan karbon dalam bentuk anorganik menjadi karbon dalam bentuk organic. Yang dinyatakan sebagai (CH2O), yang merupakan komponen-komponen dari molekul-molekul seluruh kehidupan. Siklus ini terjadi sepanjang masa pada ekosistem. Untuk menetahuinya lebih dalam, maka perlu di lakukan praktikum mengenai siklus karbon.
Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi. Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.
Sumber utama karbon untuk mahluk hidup ada di udara. Dalam bentuk karbondioksida jumlahnya kira-kira 0,03 % dari volume. CO2 diudara akan difiksasi ke dalam jaringan hidup melalui fotoautotrof tanaman dan ganggang. Pada kondisi anaerob karbondioksida direduksi menjadi (CH4) oleh mikroorganisme Bakteri Methylococcus maupun mengoksidasi methan menjadi karbon. Aspek penting lain dari daur karbon adalahreaksi non biologi yaitu pertukaran antara karbon dioksida dan bikarbonat yang umumnya terjadi dalam perairan pada kondisi tertentu karbonat akan berpresipitasi dengan membentuk batu kapur (lime stone).
Tumbuhan hijau di permukaan bumi dan sistem karbonat di lautan sangat efektif dalam mengikat CO¬2 dari atmosfer. Akan tetapi karena adanya peningkatan dari pemakaian bahan bakar minyak bimu yang disertai dengan penurunan kapasiatas pemindahan dari tumbuhan hijau akan melampaui kontrol Cybernatik sehingga lambat laun kandungan CO2 di atmosfer meningkat. Pada awal revolusi industri (tahun 1800) kandungan CO2 di atmosfer sekitar 290 ppm (29 %). Dalam tahun 1958 meningkat menjadi 315 ppm, dan dalam tahun 1980 menjadi 335 ppm.
Pembakaran bahan bakar minyak bumi yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor juga merupakan sumber gas CO2. Dalam konsentrasi yang tinggi (lebih besar 100 ppm) di udara yang tidak bergerak dapat membahayakan bagi kesehatan manusia. Gas methan (CH4) banyak di hasilkan oleh dekomposisi bahan-bahan organik pada ekosistem rawa, pantai basah dan lahan basah. Bakteri methan dalam kondisi anaerob mampu menguraikan bahan organik yang menghasilkan CH4.

B.Tujuan
            Tujuan untuk mengetahui hubungan antara produsen dan konsumen didalam ekosistem.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi -reaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Yang termasuk dalam siklus biogeokimia adalah siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur.
Kita sudah tau bahwa karbon diambil dari gas CO2 di udara oleh tumbuhan untuk digunakan pada proses fotosintesis. Akan tetapi juga kita ketahui bahwa gas yang sama dihasilkan tumbuhan dan hewan sebagai hasil pernapasan. Karena itu daurkarbon melibatkan dua proses yang bersaingan, yaitu fotosintesis dan pernapasan. Sewaktu berfotosintesis tumbuhan mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen bebas. Karbohidrat itu adalah suatu bentuk zat yang menyimpan suatu persediaan energy yang tinggi. Energi ini digunakan dalam pernapasan karena karbohidrat dan oksigen digabung kembali untuk menghasilkan karbondioksida dan air sambil melepas energy. Setiap makhluk hidup yang hidup dalam lingkungan beroksigen selalu melakukan proes pernapasan dank arena itu berperan dalam menyediakan kembali karbondioksida di dalam atmosfer.
Sebagian karbon yang dihasilkan dalam proses fotosintesis tidak langsung dikembalikan ke udara melalui pernapasan melainkan terikat di dalam mineral seperti batubara, intan, dan minyak bumi. Akan tetapi semuanya akan kembali ke udar apabila mengalami pembakaran.
Hal ini pula yang menyebabkan bahwa walaupun persediaan energy untuk manusia yang dapat diproduksi oleh sinar surya melalui fotosintesis jauh berlebih, pengembalian karbon dari bentuk terikat dalam minyak dan gas bumi menjadi gas karbondioksida di udara oleh manusia dapat berlangsung terlalu cepat dan merusak mutu keterhunian bumi apabila banyaknya manusia di bumi menjadi lebih banyak lagi dari sekarang. Pengertian siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui).
Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon)), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil). Pergerakan tahuan karbon, pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia, fisika, geologi, dan biologi yang bermaca-macam. Lautan mengadung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.
Karbon dapat dijumpai dimana-mana. Karbon dapat dijumpai didalam atmosfer sebagai CO2 dalam jaringan semua mahluk hidup dan terbesar dijumpai dalam batuan endapan serta bahan baker fosil yang terdapat dalam perut bumi. Tumbuhan hijau dan hewan serta organisme yang lain berperan aktif dalam kelangsungan siklus karbon. CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 dan H2O oleh tumbuhan hijau akan diubah menjadi senyawa organik berupa glukosa (C6H12O6) dan Oksigen ( O2) melalui reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
6 C O2 + 6 H2 Oà C6 H12 O6 = 6 O2
Oksigen dihasilkan dalam fotosintesis tersebut akan dimanfaatkan oleh hewan dan organisme lain untuk respirasi. Dari proses respirasi tersebut akan dihasilkan CO2H2O dan energi melelui persamaan reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + Energi
CO2 yang dihasilkan dalam respirasi tersebut akan dilepas kembali ke lingkungan, kemudian akan digunakan untuk fotosintesis tumbuhan hijau begitu seterusnya. Dari kedua kegiatan tersebut tampak bahwa fotosintesis dan respirasi saling bekerja sama untuk kelangsungan siklus karbon dan oksigen. Sejumlah karbon untuk sementara berada dalam jaringan tumbuhan atau hewan, tetapi karbon tersebut akan kembali ke siklus setelah tumbuhan atau hewan tersebut mati kemudian diuraikan oleh makhluk pengurai. Jika sisa-sisa bahan organik dari pembusukan hewan dan tumbuhan tertimbuan dalam lapis tanah lebih dari 600 juta tahun maka karbon dikandung akan keluar dari siklus karbon yang utama. Tetapi oleh panas akan tekanan dalam lapis kerak bumi zat tersebut akan diubah menjadi bahn baker fosil misalnya batubara, minyak bumi dan gas bumi. Jika bahan baker fosil tersebut digunakan sebagai bahan bakar dalam berbagai industri maka karbon yang dikandung akan dilepas kembali ke lingkungan dalam bentuk CO2 sebagai hasil proses pembakaran. Selanjutnya CO2 tersebut akan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis begitu seterusnya.
Daur karbon merupakan bagian dari daur energi. Reaksi fotosintesis sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut,karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut karbondioksida hubungan sebagai mahluk hidup. Melalui proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam siklus karbon, karbon diubah menjadi karbondioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi matahari dan pigmen klorofil.
Reaksi fotosintesis terjadi dihutan-hutan, dipadang rumput dan juga di rumput laut di lautan. Dalam daur karbon, karbondioksida dibutuhkan tumbuhan, yang kemudian akan dikonsumsi hewan, ikan atau manusia untuk kebutuhan sel dan energi. Dalam bentuk karbon dioksida dikembalikan ke alam, bila hewan atau tumbuhan tersebut mati akibat kerja mikroorganisme karbon akan dikembalikan ke bumi.
Sumber utama karbon untuk makhluk hidup berada dalam udara, dalam bentuk karbon dioksida jumlahnya kira-kira 0,03% dari volume. Karbon dioksida diudara akan difiksasi ke dalam jaringan hidup melalui fotoototrof tanaman dan ganggang, kemudian ototrof tersebut akan dikonsumsi oleh heterotrof, yang akan menggunakan karbon tersebut untuk energi dan pertumbuhannya.
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM




A.      Tempat dan Waktu
            Tempat pelaksanaan praktikum yaitu di lahan aboretum Universitas Sriwijaya, Fakultas Pertanian . Waktu hari rabu, april 2011.

B.       Alat dan Bahan
            Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Buku Taksomi, 2. Morse, 3. Parang.

C. Cara kerja
1. Tentukan ekosistem daratan dan ekosistem perairan yang diamati.
2. Lakukan inventarisasi mengenai komponen biotic dan komponen abiotik yang terdapat didalamnya.
3. Tentukan berdasarakn kelengkapan komponen ekosistem perairan dari individu – individu yang teramati dalam ekosistem tersebut.
4. Buat diagram yang menghubungkan komponen – komponen dalam ekosistem tersebut serta daur energy yang ada di dalamnya. 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN




A.Hasil
1.  Tabel ekosistem daratan
No
Nama tanaman
Jenis Tanaman
Faktor Biotik
Faktor Abiotik
Hubungan Faktor Biotik dan Abiotik
1.
Pakis
Rumput
Pakis
Ketinggian tempat
Tumbuhan pakis dapat tumbuh di kondisi daratan rendah.
2.
Jengkol
Hutan
Jengkol
Cahaya Matahari
Sama seperti pohon seru, jengkol akan tumbuh dengan baik apabila terdapat intensitas cahaya matahari yang baik.
3.
Seru
Hutan
Kayu Seru
Cahaya matahari
Pohon seru akan tumbuh dengan baik apabila terdapat intensitas cahaya matahari yang baik.
4.
Akasia
Hutan
Akasia
Iklim
Akasia memerlukan tingkat cuaca yang baik untuk proses pertumbuhan, seperti yang terdapat pada ekosistem hutan hujan tropis.
5.
Senduduk
Semak belukar
Senduduk
Air
Senduduk merupakan tanaman semak belukar yang mampu tumbuh dengan jumlah kadar air yang baik.
6.
Talog
Hutan
Talog
Keasaman tanah dan kadar garam dalam tanah
Tanaman talog dapat tumbuh pada kadar pH di bawah 5.
7.
Ilalang
Semak belukar
Ilalang
Tanah
Ilalang bersifat alelopati yang berarti mengeluarkan senyawa berbahaya yang merugikan tanaman sekitarnya, sehingga ia memerlukan kadar unsur hara yang lebih dan bersaing dengan tanaman sekitarnya untuk mendapatkan itu.
8.
Sawit
Hutan
Sawit
Tanah
Kondisi tanah berpengaruh dengan pertumbuhan sawit, karena sawit memerlukan kondisi tanah yang kaya akan nitrogen
9.
Karet
Hutan
Karet
Tanah
Kondisi tanah berpengaruh dengan pertumbuhan karet, karena karet sama seperti sawit memerlukan kondisi tanah yang kaya akan nitrogen
10.
Paku
Semak belukar
Paku
Ketinggian tempat
Sama seperti pakis, tanaman paku juga tumbuh baik di tempat yang berdataran rendah.
11.
Hiamun
Sawah
Rumput
perairan
Berpengaruh terhadap tumbuhnya hiamun






2.        Diagram proses dalam ekosistem
                           atmosfer                                  evaporasi           sumber energy
                                                       rainfall
                                   
                                                           


                                                            endapan



3.        Siklus Energy

Table respiration












































 

                                               
                                    respirasi
 




                                  Net production

                                                                                                                          Storage 
                                                               Liter  roots

                           
Humus                                                                                                           Humus





4.    Diagram Ekosistem






Man Power
 
 


Limbah dan polusi
 
Proses Produksi
 
    Diklat                                                                            konsumsi
Regenerasi                                                                                                                                  
Rehabilitasi                                     eksploitasi
Konservasi                                                                                              manfaat


SDA : SD hutan, perikanan, akuatik
 
 



B. Pembahasan
            Dari praktikum yang kami lakukan dapat di amati ekosistem yang ada di sekitar kami, yaitu secara garis besar ada ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Untuk ekosistem daratan ,dengan komponen bioticnya adalah tanaman yang ada di hutan tempat kami mengamati berbagai ekosistem yang ada di hutan. Tumbuhan atau tanaman tesebut antara lain akasia, karet, sawit, talog. Ekosistem daratan adalah semua siklus hidup yang ada di daratan seperti hutan. Ekosistem hutan yang kami amati banyak berbagai jenis tumbuhan yang tergolong menjadi berbagai jenis yaitu ekosistem semak belukar, hutan dan eksistem telagan serta ekoistem  rumputan.
            Hubungan antara komponen abiotik dan biotic yaitu salingmelengkapi satu sama lain. Seperti tanaman yang tumbuh di hutan, tanaman  akarsia  sebagai komponen biotic dan  tanah sebagai komponen abiotik itu menpunyai hubungan satu sama lain. Untuk tanaman abiotic dapat menghasil unsure hara yang dapat membantu proses pertumbuhan komponen biotic yang dapat mengasilkan energy yang dapat membantu proses kehidupan manusia.

            Ekosistem yang dapat di temukan pada pengamatan yang kami lakukan yaitu untuk komponen biotic untuk ekosistem daratan yaitu tanaman rerumputan, semak belukar, telagan, dan jamur. Jamur disini berperan sebagai itu parasit yang tumbuh di pohon yang mati. Tanaman yang di tumbuhi oleh jamur perlahan – lahan akan mati, Karen jamur sendiri merupakan racun bagi makluk hidup, jamur ang di temukan tersebut adalah jamur yang mempunyai ciri – ciri yaitu lebar, berbentuk piring dan menempel satu sama yang lainnya.
            Di ekosistem hutan juga berperan komponen abiotik seperti cahaya matahari atau intensitas cahaya, yang di mana berfungsi untuk membantu pertumbuhan hidup tanaman yang ada di hutan serta membantu proses fotosintesis, yang dapat mengahsilkan oksigen dan sebagai sumber kehidupan makhluk hidup. Intensistas cahaya sendiri merupakan banyaknya cahaya yang dibutuhkan untuk proses terbentuknya ekosistem. Didalam hutan apabila tidak terdapat sinar matahari maka untuk menentukan keberadaan kita sangat sulit.
            Ekosistem perairan pun terdapat jenis-jenis ekosistemnya, yang antara lain: ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem estuari, ekosistem pantai, ekosistem sungai, ekosistem terumbu karang, ekosistem laut dalam, dan ekosistem lamun. Pada pembahasan ini akan dijelaskan masalah ekosistem air tawar dan ekosistem sungai. Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.

Hubungan antara faktor biotik dan abiotik juga terdapat pada ekosistem darat dan perairan, contohnya yaitu pada siklus karbon. Melalui siklus karbon kita dapat mempelajari aliran energi di bumi karena hampir seluruh energi kimia yang dibutuhkan untuk hidup disimpan pada bahan organik. Siklus karbon memiliki dua bagian penting yaitu, siklus di daratan dan siklus di perairan. Siklus karbon di perairan meninjau pergerakan karbon melalui ekosistem laut dan siklus karbon di darat meninjau pergerakan karbon melalui ekosistem daratan.
Siklus karbon melibatkan seluruh lingkungan yang ada di alam semesta, meliputi atmosfer, biosfer, hidrosfer dan geosfer. Karena itu, siklus karbon disebut sebagai siklus biogeokimia. Pada setiap lingkungan dan antara lingkungan terjadi pertukaran karbon. Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN




A.Kesimpulan
            Berdasarkan praktikum yang kami lakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
  1. Ekosistem daratan adalah system lingkungan yang terjadi di lingkungan daratan.
  2. Ekosistem perairan yaitu system yang lingkngan yang terjadi di perairan seperti danau, sungai, rawa.
  3. Siklus yang di terapkan dalam ekosistem perairan dan daratan adalah siklus Biogeokimia.
  4. Siklus Biogeokimia adalah suatu siklus senyawa – senyawa kimia yang terjadi di biosfer melaluhi lintasan tertentu yaitu dari sustu lingkungan.
  5. Ekosistem tergenang memiliki beberapa komponen penyusun yang terdiri dari neuston, organisme yang hidup dipermukaan perairan.

B. Saran
            Adapun saran dal pratikum ekosistem daratan dan perairan, sebaiknya kita jangan lupa membawa parang, dan persiapkan peralatan yang lainnya sebelum melaksanakan dilapangan, agar proses perjalanan lancer.


IBRAHIM WAHID
AKTIVIS KAMMI AL-QUDS UNSRI
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar