Rabu, 21 Maret 2012

Agroklimatologi Suhu


I.  PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suhu merupakan tingkat kemampuan benda dalam hal memberikan atau menerima panas. Panas merupakan ukuran jumlah molekul energy total yang terdapt dalam suatu benda. Suhu dapat juga dikatakan sebagai besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.
Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.
Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti: C:R:(F-32) = 5:4:9 dan   K=C - 273.(derajat). Karena dari Kelvin ke derajat Celsius, Kelvin dimulai dari 273 derajat, bukan dari -273 derajat.
Berdasarkan prinsipnya thermometer dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu :
1.      Thermometer dengan prinsip pemuaian
2.      Thermometer dengan prinsip tahanan listrik
3.      Thermometer dengan prinsip perubahan tekanan dan volume gas
4.      Thermometer dengan prinsip perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu permukaan yang bersuhu tinggi. 

B. Tujuan
            Untuk mengetahui prinsip penggunaan alat thermometer secara detail, untuk mengetahui fungsi- fungsi alat tersebut dan untuk mengetahui jenis- jenis alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Suhu merupakan  besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.   Suhu dapat dikatakan sebagai  tingkat kemampuan benda dalam hal memberikan atau menerima panas. Panas merupakan ukuran jumlah molekul energy total yang terdapt dalam suatu benda.  Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti: C:R:(F-32) = 5:4:9 dan K=C - 273.(derajat) Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.       ( Andi Marpaung,2009)
Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F. ( Fachrul, MF. 2004 )
Pembuatan termometer pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595. Alat tersebut disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi pipa panjang  dengan ujung pipa terbuka. Mula-mula dipanaskan sehingga udara dalam labu mengembang. Ujung pipa yang terbuka kemudian dicelupkan kedalam cairan berwarna. Ketika udara dalam tabung menyusut, zat cair masuk kedalam pipa tetapi tidak sampai labu. Beginilah cara kerja termoskop. Untuk suhu yang berbeda, tinggi kolom zat cair di dalam pipa juga berbeda. Tinggi kolom ini digunakan untuk menentukan suhu. Prinsip kerja termometer buatan Galileo berdasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Tetapi dimasa ini termometer yang sering digunakan terbuat dari bahan cair misalnya raksa dan alkhohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda. Raksa digunakan sebagai pengisi termometer karena raksa mempunyai keunggulan : raksa penghantar panas yang baik pemuaiannya teratur, titik didihnya tinggi, warnanya mengkilap, tidak membasahi dinding. Sedangkan keunggulan alkhohol adalah : titik bekunya rendah harganya murah pemuaiannya 6 kali lebih besar dari pada raksa sehingga pengukuran mudah diamati ( Hardjowigeno,S. 2003 )
Thermometer berdasarkan prinsip kerjanya dibedakan menjadi empat yaitu : thermometer dengan prinsip pemuaian, thermometer dengan prinsip tahanan listrik, thermometer dengan prinsip perubahan tekanan dan volume gas, dan thermometer dengan prinsip perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu permukaan yang bersuhu tinggi.( Widya Wiyata,1995)
Thermometer menurut isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer padat, termometer digital. Semua termometer ini mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa  atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur (to measure). Termometer yang sering digunakan: Termometer bulb (air raksa atau alkohol) Menggunakan gelembung besar (bulb) pada ujung bawah tempat menampung cairan, dan tabung sempit (lubang kapiler) untuk menekankan perubahan volume atau tempat pemuaian cairan.  Berdasar pada prinsip suatu cairan volumenya berubah sesuai temperatur. Cairan yang diisikan kadang-kadang alkohol yang berwarna tetapi juga bisa cairan metalik yang disebut merkuri, keduanya memuai bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan. Ada nomor disepanjang tuba gelas yang menjadi tanda besaran temperatur. (Salmin. 2001)
Keutungan termometer bulb antara lain tidak memerlukan alat bantu, relatif murah, tidak mudah terkontaminasi bahan kimia sehingga cocok untuk laboratorium kimia, dan konduktivitas panas rendah.s Kelemahan termometer bulb antara lain mudah pecah, mudah terkontaminasi cairan (alkohol atau merkuri), kontaminasi gelas/kaca, dan prosedur pengukuran yang rumit (pencelupan). Penggunaan thermometer bulb harus melindungi bulb dari benturan dan menghindari pengukuran yang melebihi skala termometer. Sumber kesalahan termometer bulb: time constant effect, waktu yang diperlukan konduksi panas dari luar ke tengah batang kapiler. thermal capacity effect, apabila massa yang diukur relatif kecil, akan banyak panas yang diserap oleh termometer dan mengurangi suhu sebenarnya. cairan (alkohol, merkuri) yang terputus dapat mengakibatkan   kesalahan pembacaan.

Termometer spring

Menggunakan sebuah coil (pelat pipih) yang terbuat dari logam yang sensitif terhadap panas, pada ujung spring terdapat pointer. Bila udara panas, coil (logam) mengembang sehingga pointer bergerak naik, sedangkan bila udara dingin logam mengkerut dan pointer bergerak turun. Secara umum termometer ini paling rendah keakuratannya di banding termometer bulb dan digital.Penggunaan termometer spring harus selalu melindungi pipa kapiler dan ujung sensor (probe) terhadap benturan/gesekan. Selain itu, pemakaiannya tidak boleh melebihi suhu skala dan harus diletakkan di tempat yang tidak terpengaruh getaran.

            Termometer elektronik Ada dua jenis yang digunakan di industri, yakni thermocouple dan resistance thermometer. Biasanya, industri menggunakan nominal resistan 100 ohm pada 0 °C sehingga disebut sebagai sensor Pt-100. Pt adalah simbol untuk 174 platinum, sensivitas standar sensor 100 ohm adalah nominal 0.385 ohm/°C, RTDs dengan sensivitas 0.375 dan 0.392 ohm/°C juga tersedia.
Thermometer gas cair
            Thermometer ini menggunakan tabung kaca yang diisi dengan zat cair sebagai sensor, caiarannya dapat berupa air raksa berwarna perak, pemberian warna dikarenkan alkohol berwarna jernih dan tidak berwarna sehingga sukar diamati.
Thermometer udara dengan memakai air raksa
            Kisaran pengukuran thermometer ini adalah antara - 200  sampai 500 C, tinggi air raksa dalam pipa kapiler diamati melalui skala baca ( angka pada thermometer ) penempatan skala baca terletak pada batang thermometer dan ada pula yang diletakkan di tepi gelas thermometer, ada pula yang diletakkan pada penyangga dimana thermometer diletakkan.
Thermometer Maksimum Dan Minimum
Thermometer air raksa ini memiliki pipa kapiler kecil (pembuluh) didekat tempat/ tabung air raksanya, sehingga air raksa hanya bisa naik bila suhu udara meningkat, tapi tidak dapat turun kembali pada saat suhu udara mendingin. Untuk mengembalikan air raksa ketempat semula, thermometer ini harus dihentakan berkali-kali atau diarahkan dengan menggunakan magnet.apabila temperatur naik dan kolom air raksa tidak terputus, maka air raksa terdesak melalui bagian yang sempit. Ujung kolom menunjukkan temperatur udara. Apabila suhu turun, kolom air raksa terputus pada bagian yang sempit setelah air raksa dalam bola temperatur menyusut. Ujung lain dari kolom air raksa tetap pada tempatnya.
Untuk pengamatan suhu udara ujung kolom ini menunjukkan suhu udara karena penyusutan air raksa kecil sekali dan dapat diabaikan. Jadi Thermometer menunjukkan suhu udara tertinggi setelah terakhir dikembalikan. Thermometer dikembalikan setelah dibaca.
Thermometer minimum biasanya menggunakan alkohol untuk pendeteksi suhu udara yang terjadi. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki titik beku lebih tinggi dibanding air raksa, sehingga cocok untuk pengukuran suhu minimum. Prinsip kerja thermometer minimum adalah dengan menggunakan sebuah penghalang (indeks) pada pipa alkohol, sehingga apabila suhu menurun akan menyebabkan indeks ikut tertarik kebawah, namun bila suhu meningkat maka indek akan tetap pada posisi dibawah. Selain itu peletakan thermometer harus miring sekitar 20-30 derajat, dengan posisi tabung alkohol berada di bawah. Hal ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan agar indek tidak dapat naik kembali bila sudah berada diposisi bawah (suhu minimum). Untuk mengembalikan posisi indeks ke posisi aktual dapat dilakukan dengan memiringkan/ membalikkan posisi thermometer hingga indek bergerak ke ujung dari alkohol (posisi suhu aktual).
Termometer Laboratorium
Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skalanya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.
Termometer Klinis
Termometer ini khusus digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan biasanya diisi dengan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35°C sampai 42°C.
Termometer Ruangan 
Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala termometer ini antara -50°C sampai 50°C. Termometer Digital.
Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca.
Termokopel
Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda.
Thermometer Bola Basah Dan Bola Kering
Psikrometer (termometer bola basah dan termometer bola kering) digunakan untuk mengukur kelembaban udara. Prinsip kerja yang digunakan psikrometer adalah didasarkan pada prinsip termodinamika, terutama tentang hubungan suhu dan tekanan jenuh udara. Pembacaan alat ini yaitu berdasarkan suhu yang ditunjukkan oleh bola basah dan bola kering, maka dapat diketahui selisih suhu antara bola kering terhadap bola basah. Nilai selisih ini kemudianmenghasilkan prosentase kelembaban nisbi dengan bantuan tabel kelembaban atau mistar geser Relatif Humidity (RH). Jika semua syarat penggunaan terpenuhi, maka psikrometer mempunyai ketelitian yang tinggi sehingga alat ini lebih sering digunakan dibandingkan dengan higrometer maupun higrograf. Alat ini ditempatkan dalam sangkar meteorologi dalam kedudukan tegak. Salah satu bola termometernya terbuka dan disebut termometer bola kering dan yang lainnya bola termometer dibungkus dengan kain kasa. Ujung dari kain kain kasa ini dimasukkan ke dalam bejana yang diisi dengan air suling (aquadest). (Irwan, Z.D. 1994)







III.  PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.  Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at,  tanggal 27 mei 2011, pukul 17.00 wib – 18.00 wib, dan pada hari sabtu, tanggal 28 mei 2011, pukul 06.00 wib -12.00 wib di Agro Techno Park 1 daerah Gelumbang Sumatera Selatan.

B. Alat dan Bahan
            Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah pengukuran suhu adalah thermometer, tabel pengamatan dan alat-alat tulis. 

C. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Termometer dipasang sehari sebelum pengamtan dilakukan, hal ini dilkukan agar data yang diperoleh pada saat pengamtan dapat akurat.
3. Pengamatan dilakukan secara berkala, setelah pengamatan awal dilakukan pengamtan selanjutnya dilakukan setelah 30 menit pengamtan pertama. Dan dilakukan secara terus-menerus sampai batas waktu yang telah ditentukan.
4. Thermometer maksimum menunjukkan suhu udara tertinggi .Dan thermometer minimum menunjukkan suhu udara minimum. Dan setelah pengamatan thermometer  dikembalikan ke  posisi indeks ke posisi aktual.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN`
A.  Hasil
Jam
Suhu
Suhu Rata- rata
Maksimal
Minimum
17.00
310 C
260 C
28.50 C
17.30
340 C
260 C
300 C
18.00
260 C
250 C
25,50 C
06.00
340 C
250 C
29,50C
06.30
340 C
250 C
29,50C
07.00
340 C
250 C
29,50C
07.30
340 C
250 C
29,50C
08.00
340 C
250 C
29,50C
08.30
340 C
250 C
29,50C
09.00
340 C
250 C
29,50C
09.30
340 C
250 C
29,50C
10.00
340 C
250 C
29,50C
10.30
340 C
250 C
29,50C
11.00
340 C
250 C
29,50C
11.30
340 C
250 C
29,50C
12.00
340 C
250 C
29,50C







B. Pembahasan
            Kami dari kelompok IV mengambil sampel pengamatan suhu pada pukul 06.00      wib, dan pukul 10.00 wib, dan diperoleh hasilnya sebagai berikut suhu maksimum pada pukul 06.00 wib 340 C,suhu minimum 250 C dengan suhu rata-yaitu 29,5 0C dan pada pukul 10.00 wib didapati suhu maksimum sebesar 340 C, dan suhu minimum sebesar 250 C,dengan suhu rata-rata 29,50 C. Dari pengamatan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan suhu yang didapati pada jam- jam tersebut hal ini disebabkan karena sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi hari, sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah. Pada praktikum pengamatan suhu menggunakan jenis tertmometer maksimum dan minimum
            Sedangkan pengamatan secara keselurahan suhu rata-rata maka data suhu yang paling tinggi adalah suhu pada pengamatan pukul 17.30 yaitu sebesar 30 0 C dengan suhu maksimum 340 C,dan suhu minimum sebesar 260 C. adapun suhu rata-rata terendah yang didapat dalam pengamatan adalah pengamatan pada pukul 17.00 wib dengan suhu maksimum sebesar 310 C dan suhu minimum sebesar  260 C,dengan suhu rata-rata sebesar 28,5 0 C. Hal ini menunjukkan bahwa suhu dipengaruhi oleh datangnya sinar matahari. Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut  sinar matahari terbesar pada waktu siang hari.
Perlu diketahui bahwa suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perbedaan suhu adalah sebagai berikut :
a). Sudut Datangnya Sinar Matahari 
            yaitu sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.   
b). Tinggi Rendahnya Tempat           
             Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.       
c). Angin dan Arus Laut                                            
            Angin dan arus laut mempunyai pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.      
d). Lamanya Penyinaran        
Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.
Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.
e). Awan        
Awan merupakan penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu daerah terjadi awan (mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari. Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima panas dan lambat pula melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin.     
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
            Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Suhu merupakan tingkat kemampuan benda dalam hal memberikan atau menerima panas.
2.   Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
3. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin
4.  Suhu rata-rata yang paling tinggi adalah suhu pada pengamatan pukul 17.30 yaitu  sebesar 30 0 C dengan suhu maksimum 340 C,dan suhu minimum sebesar 260 C.
5. Adapun suhu rata-rata terendah yang didapat dalam pengamatan adalah pengamatan pada pukul 17.00 wib dengan suhu maksimum sebesar 310 C dan suhu minimum sebesar  260 C,dengan suhu rata-rata sebesar 28,5 0 C.
6.  Faktor – faktor yang mempengaruhi perbedaan suhu udara adalah sudut datangnya sinar matahari ,tinggi rendahnya tempat,angin dan arus laut,lamanya penyinaran dan awan.
7.   Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga pada waktu tersebut suhu semakin rendah, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang,maka suhu semakin tinggi.
8. Berdasarkan prinsipnya thermometer dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu :Thermometer dengan prinsip pemuaian, Thermometer dengan prinsip tahanan listrik, Thermometer dengan prinsip perubahan tekanan dan volume gas, dan Thermometer dengan prinsip perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu permukaan yang bersuhu tinggi. 
9.  Pembuatan termometer pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595.
10.  Thermometer menurut isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer padat, termometer digital.

B. Saran
            Dalam melakukan aktivitas pengamatan perlu ketelitian dan mengikuti prosedur demi  keberhasilan pengujian. Dalam melakukan pengamatan suhu untuk mendapatkan suhu terendah waktu yang paling tepat adalah pagi hari dan sore hari, serta pengamatan suhu untuk mendapatkan suhu tertinggi sebaiknya dilakukan pada siang hari.
           







DAFTAR PUSTAKA
Ande marpaung.2009.http://boymarpaung.wordpress.com/2009/04/20/bagaimana
             analisa-dengan-termometer/ diakses tanggal 1 juni 2011                                    
Fachrul, MF.2004. Cuaca dan Iklim.Bandung: Pagar Raya
Hardjowigeno.2003. Perkembangan  filsafat Geografi. Jakarta :Tira Pustaka
Irawan, Z.D.1994.Klimatologi Umum.Bandung : Institut Teknologi Bandung
Salmin. 2001. Laporan Penelitian Hibah Bersaing XI/1 Perguruan Tinggi Tahun
              2001. Yogyakarta : Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada
Widya Wiyata.1995.Geografi dan Peta. Jakarta : Balai Pustaka


  IBRAHIM WAHID
  AKTIVIS KAMMI AL-QUDS UNSRI         






Tidak ada komentar:

Posting Komentar