I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Suhu merupakan tingkat
kemampuan benda dalam hal memberikan atau menerima panas. Panas merupakan
ukuran jumlah molekul energy total yang terdapt dalam suatu benda. Suhu dapat
juga dikatakan sebagai besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda
dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba.
Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk
mengukur suhu dengan valid.
Pada abad 17 terdapat
30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan
inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia
memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini
diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan
terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak,
kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab
masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi
nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K
ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain
skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air
membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala
Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.
Secara mikroskopis,
suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu
benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan
di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin
tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan
alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius,
Reumur, Fahrenheit dan Kelvin.
Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti:
C:R:(F-32) = 5:4:9 dan K=C -
273.(derajat). Karena dari Kelvin ke derajat Celsius, Kelvin dimulai dari 273
derajat, bukan dari -273 derajat.
Berdasarkan prinsipnya
thermometer dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu :
1. Thermometer
dengan prinsip pemuaian
2. Thermometer
dengan prinsip tahanan listrik
3. Thermometer
dengan prinsip perubahan tekanan dan volume gas
4. Thermometer
dengan prinsip perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu
permukaan yang bersuhu tinggi.
B. Tujuan
Untuk mengetahui
prinsip penggunaan alat thermometer secara detail, untuk mengetahui fungsi-
fungsi alat tersebut dan untuk mengetahui jenis- jenis alat yang digunakan
untuk mengukur suhu.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Suhu merupakan besaran yang menyatakan derajat panas dingin
suatu benda Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin
panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki
oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik
itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin
tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda
tersebut. Suhu dapat dikatakan sebagai tingkat kemampuan benda dalam hal memberikan
atau menerima panas. Panas merupakan ukuran jumlah molekul energy total yang
terdapt dalam suatu benda. Suhu juga
disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer
yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan
antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti: C:R:(F-32) =
5:4:9 dan K=C - 273.(derajat) Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk
mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya
perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan
valid. ( Andi Marpaung,2009)
Pada abad 17 terdapat
30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan
inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia
memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini
diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan
terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak,
kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab
masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi
nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K
ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain
skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air
membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala
Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F. ( Fachrul,
MF. 2004 )
Pembuatan termometer
pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595.
Alat tersebut disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi
pipa panjang dengan ujung pipa terbuka.
Mula-mula dipanaskan sehingga udara dalam labu mengembang. Ujung pipa yang
terbuka kemudian dicelupkan kedalam cairan berwarna. Ketika udara dalam tabung
menyusut, zat cair masuk kedalam pipa tetapi tidak sampai labu. Beginilah cara
kerja termoskop. Untuk suhu yang berbeda, tinggi kolom zat cair di dalam pipa
juga berbeda. Tinggi kolom ini digunakan untuk menentukan suhu. Prinsip kerja
termometer buatan Galileo berdasarkan pada perubahan volume gas dalam labu.
Tetapi dimasa ini termometer yang sering digunakan terbuat dari bahan cair
misalnya raksa dan alkhohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian zat cair
ketika terjadi peningkatan suhu benda. Raksa digunakan sebagai pengisi
termometer karena raksa mempunyai keunggulan : raksa penghantar panas yang baik
pemuaiannya teratur, titik didihnya tinggi, warnanya mengkilap, tidak membasahi
dinding. Sedangkan keunggulan alkhohol adalah : titik bekunya rendah harganya
murah pemuaiannya 6 kali lebih besar dari pada raksa sehingga pengukuran mudah
diamati ( Hardjowigeno,S. 2003 )
Thermometer berdasarkan
prinsip kerjanya dibedakan menjadi empat yaitu : thermometer dengan prinsip
pemuaian, thermometer dengan prinsip tahanan listrik, thermometer dengan
prinsip perubahan tekanan dan volume gas, dan thermometer dengan prinsip
perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu permukaan yang
bersuhu tinggi.( Widya Wiyata,1995)
Thermometer menurut
isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer padat, termometer digital.
Semua termometer ini mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Secara
kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau
hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif,
kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Suhu dapat diukur
dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari
dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya
mengukur (to measure). Termometer yang sering
digunakan: Termometer bulb (air raksa atau alkohol) Menggunakan
gelembung besar (bulb) pada ujung bawah tempat menampung cairan, dan
tabung sempit (lubang kapiler) untuk menekankan perubahan volume atau tempat
pemuaian cairan. Berdasar pada prinsip
suatu cairan volumenya berubah sesuai temperatur. Cairan yang diisikan
kadang-kadang alkohol yang berwarna tetapi juga bisa cairan metalik yang
disebut merkuri, keduanya memuai bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan.
Ada nomor disepanjang tuba gelas yang menjadi tanda besaran temperatur. (Salmin.
2001)
Keutungan termometer
bulb antara lain tidak memerlukan alat bantu, relatif murah, tidak mudah
terkontaminasi bahan kimia sehingga cocok untuk laboratorium kimia, dan
konduktivitas panas rendah.s Kelemahan termometer bulb antara lain mudah pecah,
mudah terkontaminasi cairan (alkohol atau merkuri), kontaminasi gelas/kaca, dan
prosedur pengukuran yang rumit (pencelupan). Penggunaan thermometer bulb harus
melindungi bulb dari benturan dan menghindari pengukuran yang melebihi skala
termometer. Sumber kesalahan termometer bulb: time constant effect, waktu yang diperlukan konduksi panas dari
luar ke tengah batang kapiler. thermal
capacity effect, apabila massa yang diukur relatif kecil, akan banyak
panas yang diserap oleh termometer dan mengurangi suhu sebenarnya. cairan
(alkohol, merkuri) yang terputus dapat mengakibatkan kesalahan pembacaan.
Termometer spring
Menggunakan sebuah coil (pelat pipih) yang terbuat dari logam yang sensitif terhadap panas, pada ujung spring terdapat pointer. Bila udara panas, coil (logam) mengembang sehingga pointer bergerak naik, sedangkan bila udara dingin logam mengkerut dan pointer bergerak turun. Secara umum termometer ini paling rendah keakuratannya di banding termometer bulb dan digital.Penggunaan termometer spring harus selalu melindungi pipa kapiler dan ujung sensor (probe) terhadap benturan/gesekan. Selain itu, pemakaiannya tidak boleh melebihi suhu skala dan harus diletakkan di tempat yang tidak terpengaruh getaran.
Termometer elektronik Ada dua
jenis yang digunakan di industri, yakni thermocouple dan resistance
thermometer. Biasanya, industri menggunakan nominal resistan 100 ohm pada 0 °C
sehingga disebut sebagai sensor Pt-100. Pt adalah simbol untuk 174 platinum,
sensivitas standar sensor 100 ohm adalah nominal 0.385 ohm/°C, RTDs dengan
sensivitas 0.375 dan 0.392 ohm/°C juga tersedia.
Thermometer gas cair
Thermometer
ini menggunakan tabung kaca yang diisi dengan zat cair sebagai sensor,
caiarannya dapat berupa air raksa berwarna perak, pemberian warna dikarenkan
alkohol berwarna jernih dan tidak berwarna sehingga sukar diamati.
Thermometer udara dengan memakai air
raksa
Kisaran
pengukuran thermometer ini adalah antara - 200 sampai 500 C, tinggi air raksa
dalam pipa kapiler diamati melalui skala baca ( angka pada thermometer )
penempatan skala baca terletak pada batang thermometer dan ada pula yang
diletakkan di tepi gelas thermometer, ada pula yang diletakkan pada penyangga
dimana thermometer diletakkan.
Thermometer
Maksimum Dan Minimum
Thermometer air raksa ini memiliki pipa kapiler kecil
(pembuluh) didekat tempat/ tabung air raksanya, sehingga air raksa hanya bisa
naik bila suhu udara meningkat, tapi tidak dapat turun kembali pada saat suhu
udara mendingin. Untuk mengembalikan air raksa ketempat semula, thermometer ini
harus dihentakan berkali-kali atau diarahkan dengan
menggunakan magnet.apabila temperatur naik dan kolom air raksa tidak
terputus, maka air raksa terdesak melalui bagian yang sempit. Ujung kolom menunjukkan
temperatur udara. Apabila suhu turun, kolom air raksa terputus pada bagian yang
sempit setelah air raksa dalam bola temperatur menyusut. Ujung lain dari kolom
air raksa tetap pada tempatnya.
Untuk pengamatan suhu udara ujung kolom ini menunjukkan suhu
udara karena penyusutan air raksa kecil sekali dan dapat diabaikan. Jadi
Thermometer menunjukkan suhu udara tertinggi setelah terakhir dikembalikan.
Thermometer dikembalikan setelah dibaca.
Thermometer minimum biasanya
menggunakan alkohol untuk pendeteksi suhu udara yang terjadi. Hal ini
dikarenakan alkohol memiliki titik beku lebih tinggi dibanding air raksa,
sehingga cocok untuk pengukuran suhu minimum. Prinsip kerja thermometer minimum
adalah dengan menggunakan sebuah penghalang (indeks) pada pipa alkohol,
sehingga apabila suhu menurun akan menyebabkan indeks ikut tertarik kebawah,
namun bila suhu meningkat maka indek akan tetap pada posisi dibawah. Selain itu
peletakan thermometer harus miring sekitar 20-30 derajat, dengan posisi tabung
alkohol berada di bawah. Hal ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan agar
indek tidak dapat naik kembali bila sudah berada diposisi bawah
(suhu minimum). Untuk mengembalikan posisi indeks ke posisi aktual dapat
dilakukan dengan memiringkan/ membalikkan posisi thermometer hingga indek
bergerak ke ujung dari alkohol (posisi suhu aktual).
Termometer Laboratorium
Termometer ini
menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa
atau alkhohol akan memuai sehingga skalanya bertambah. Agar termometer sensitif
terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka
terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis
mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.
Termometer
Klinis
Termometer ini khusus
digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan biasanya diisi dengan raksa atau
alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang
berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak
berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer
ini antara 35°C sampai 42°C.
Termometer Ruangan
Termometer ini
berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini
sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala
termometer ini antara -50°C sampai 50°C. Termometer Digital.
Karena perkembangan
teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama
dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital
menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya
ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka
yang langsung bisa dibaca.
Termokopel
Merupakan termometer
yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka
bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini
kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang
ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda.
Thermometer
Bola Basah Dan Bola Kering
Psikrometer (termometer bola
basah dan termometer bola kering) digunakan untuk mengukur kelembaban udara.
Prinsip kerja yang digunakan psikrometer adalah didasarkan pada prinsip
termodinamika, terutama tentang hubungan suhu dan tekanan jenuh udara.
Pembacaan alat ini yaitu berdasarkan suhu yang ditunjukkan oleh bola basah dan
bola kering, maka dapat diketahui selisih suhu antara bola kering terhadap bola
basah. Nilai selisih ini kemudianmenghasilkan prosentase kelembaban nisbi
dengan bantuan tabel kelembaban atau mistar geser Relatif Humidity (RH). Jika
semua syarat penggunaan terpenuhi, maka psikrometer mempunyai ketelitian yang
tinggi sehingga alat ini lebih sering digunakan dibandingkan dengan higrometer
maupun higrograf. Alat ini ditempatkan dalam sangkar meteorologi dalam
kedudukan tegak. Salah satu bola termometernya terbuka dan disebut termometer
bola kering dan yang lainnya bola termometer dibungkus dengan kain kasa. Ujung
dari kain kain kasa ini dimasukkan ke dalam bejana yang diisi dengan air suling
(aquadest). (Irwan, Z.D. 1994)
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari jum’at,
tanggal 27 mei 2011, pukul 17.00 wib – 18.00 wib, dan pada hari sabtu,
tanggal 28 mei 2011, pukul 06.00 wib -12.00 wib di Agro Techno Park 1 daerah
Gelumbang Sumatera Selatan.
B. Alat dan Bahan
Adapun
alat dan bahan yang digunakan adalah pengukuran suhu adalah thermometer, tabel
pengamatan dan alat-alat tulis.
C. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Termometer dipasang sehari sebelum pengamtan
dilakukan, hal ini dilkukan agar data yang diperoleh pada saat pengamtan dapat
akurat.
3. Pengamatan dilakukan secara berkala, setelah
pengamatan awal dilakukan pengamtan selanjutnya dilakukan setelah 30 menit
pengamtan pertama. Dan dilakukan secara terus-menerus sampai batas waktu yang
telah ditentukan.
4.
Thermometer maksimum menunjukkan suhu udara tertinggi .Dan thermometer minimum
menunjukkan suhu udara minimum. Dan setelah pengamatan thermometer dikembalikan ke posisi indeks ke posisi aktual.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN`
A. Hasil
|
Jam
|
Suhu
|
Suhu Rata- rata
|
||
|
Maksimal
|
Minimum
|
|||
|
17.00
|
310 C
|
260 C
|
28.50 C
|
|
|
17.30
|
340 C
|
260 C
|
300 C
|
|
|
18.00
|
260 C
|
250 C
|
25,50 C
|
|
|
06.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
06.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
07.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
07.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
08.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
08.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
09.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
09.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
10.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
10.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
11.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
11.30
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
|
12.00
|
340 C
|
250 C
|
29,50C
|
|
B.
Pembahasan
Kami dari kelompok IV
mengambil sampel pengamatan suhu pada pukul 06.00 wib, dan pukul 10.00 wib, dan diperoleh hasilnya sebagai berikut
suhu maksimum pada pukul 06.00 wib 340 C,suhu minimum 250
C dengan suhu rata-yaitu 29,5 0C dan pada pukul 10.00 wib didapati
suhu maksimum sebesar 340 C, dan suhu minimum sebesar 250
C,dengan suhu rata-rata 29,50 C. Dari pengamatan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan suhu
yang didapati pada jam- jam tersebut hal ini disebabkan
karena sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi hari, sudut
datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan
suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari,
maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin
tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti
semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah. Pada
praktikum pengamatan suhu menggunakan jenis tertmometer maksimum dan minimum
Sedangkan
pengamatan secara keselurahan suhu rata-rata maka data suhu yang paling tinggi
adalah suhu pada pengamatan pukul 17.30 yaitu sebesar 30 0 C dengan
suhu maksimum 340 C,dan suhu minimum sebesar 260 C.
adapun suhu rata-rata terendah yang didapat dalam pengamatan adalah pengamatan
pada pukul 17.00 wib dengan suhu maksimum sebesar 310 C dan suhu
minimum sebesar 260 C,dengan
suhu rata-rata sebesar 28,5 0 C. Hal ini menunjukkan bahwa suhu
dipengaruhi oleh datangnya sinar matahari. Sudut datang sinar matahari terkecil
terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut sinar matahari terbesar pada waktu siang hari.
Perlu diketahui bahwa
suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat
dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya perbedaan suhu adalah sebagai berikut :
a). Sudut
Datangnya Sinar Matahari
yaitu sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.
b). Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.
yaitu sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.
b). Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.
c). Angin dan
Arus Laut
Angin dan arus laut mempunyai
pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang
dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi
dingin.
d). Lamanya Penyinaran
d). Lamanya Penyinaran
Lamanya penyinaran
matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin
rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan
sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.
Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.
e). Awan
Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.
e). Awan
Awan merupakan
penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu daerah terjadi awan
(mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan
sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari.
Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas,
sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima panas dan lambat pula
melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka
temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Suhu merupakan tingkat kemampuan
benda dalam hal memberikan atau menerima panas.
2. Alat
yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
3. Empat macam termometer yang paling
dikenal adalah Celsius, Reumur,
Fahrenheit dan Kelvin
4.
Suhu rata-rata yang paling tinggi adalah suhu pada pengamatan pukul
17.30 yaitu sebesar 30 0 C
dengan suhu maksimum 340 C,dan suhu minimum sebesar 260
C.
5. Adapun suhu rata-rata terendah yang
didapat dalam pengamatan adalah pengamatan pada pukul 17.00 wib dengan suhu
maksimum sebesar 310 C dan suhu minimum sebesar 260 C,dengan suhu rata-rata
sebesar 28,5 0 C.
6.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perbedaan suhu udara adalah sudut
datangnya sinar matahari ,tinggi rendahnya tempat,angin dan arus laut,lamanya
penyinaran dan awan.
7.
Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga
pada waktu tersebut suhu semakin rendah, sedangkan sudut terbesar pada waktu
siang hari tepatnya pukul 12.00 siang,maka suhu semakin tinggi.
8. Berdasarkan prinsipnya thermometer
dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu :Thermometer dengan prinsip
pemuaian, Thermometer dengan prinsip tahanan listrik, Thermometer dengan
prinsip perubahan tekanan dan volume gas, dan Thermometer dengan prinsip
perubahan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu permukaan yang
bersuhu tinggi.
9. Pembuatan termometer pertama kali dipelopori
oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595.
10.
Thermometer menurut isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer
padat, termometer digital.
B.
Saran
Dalam melakukan
aktivitas pengamatan perlu ketelitian dan mengikuti prosedur demi keberhasilan pengujian. Dalam melakukan
pengamatan suhu untuk mendapatkan suhu terendah waktu yang paling tepat adalah
pagi hari dan sore hari, serta pengamatan suhu untuk mendapatkan suhu tertinggi
sebaiknya dilakukan pada siang hari.
DAFTAR PUSTAKA
Ande
marpaung.2009.http://boymarpaung.wordpress.com/2009/04/20/bagaimana
analisa-dengan-termometer/ diakses
tanggal 1 juni 2011
Fachrul,
MF.2004. Cuaca dan Iklim.Bandung:
Pagar Raya
Hardjowigeno.2003.
Perkembangan filsafat Geografi. Jakarta :Tira Pustaka
Irawan,
Z.D.1994.Klimatologi Umum.Bandung :
Institut Teknologi Bandung
Salmin.
2001. Laporan Penelitian Hibah Bersaing XI/1 Perguruan Tinggi Tahun
2001. Yogyakarta : Lembaga Penelitian
Universitas Gadjah Mada
Widya
Wiyata.1995.Geografi dan Peta.
Jakarta : Balai Pustaka
IBRAHIM WAHID
AKTIVIS KAMMI AL-QUDS UNSRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar