I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan
zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak yang
luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki
potensi untuk berfikir akan selalu mengembangkan sesuatu hal agar menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, proses perubahan akan terus
berjalan.
Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan
perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya
alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu
kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula-mula sederhana,
kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan
dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung
mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).
Sesuai dengan
defenisi dari mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka
penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja
manusia dalam proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses
produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).
Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu
yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima.
Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan
dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi
pertanian adalah :
a.
mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan efisiensi tenaga manusia
b.
mengurangi kerusakan produksi pertanian
c.
menurunkan ongkos produksi
d.
menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi
e.
meningkatkan taraf hidup petani
f.
memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsisten (tipe pertanian kebutuhan keluarga)
menjadi tipe pertanian komersil (comercial farming)
Tujuan tersebut di atas dapat dicapai apabila penggunaan dan pemilihan
alat mesin pertanian tepat dan benar, tetapi apabila pemilihan dan
penggunaannya tidak tepat hal sebaliknya yang akan terjadi (Rizaldi, 2006).
Perubahan-perubahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan
rakyat yang dilakukan pemerintah sekarang berjalan dengan diarahkan pada semua
sektor. Tidak terkecuali sektor pertanian. Pertanian memiliki peranan yang
sangat penting bagi kesejahteraan rakyat. Berhasilnya sektor pertanian akan
berdampak pada ketahanan pangan.
Ilmu mekanisasi
Pertanian adalah bagian dari industri pertanian hari ini yang penting karena
produksi yang efisien dan pengolahan bahan-bahan tergantung pada mekanisasi.
Oleh karena itu, mayoritas pekerja bekerja pada bidang keduanya baik di lahan
maupun di pemasaran hasil-hasil pertanian yang membutuhkan keahlian-keahlian
yang memungkinkan mereka untuk mengoperasikan, mempertahankan, dan memprebaiki
mesin dan peralatan. (Shin and Curtis, 1978).
Menurut Hardjosentono dkk (1996) peranan mekanisasi pertanian dalam
pembangunan pertanian di Indonesia adalah:
1.
Mempertinggi efisiensi tenaga manusia
2.
Meningkatkan derajat dan taraf hidup petani
3.
Menjamin kenaikan kuantitas dan kualitas serta kapasitas produksi pertanian
4.
Memungkinkan pertumbuhan tipe usaha tani yaitu dari tipe pertanian untuk
kebutuhan keluarga(subsistence farming) menjadi tipe pertanian
perusahaan (commercial farming)
5.
Mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat agraris menjadi sifat
industri.
Hasil-hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan harus memiliki
penanganan pasca panen yang baik. Penanganan yang dilakukan diusahakan
memperhatikan tingkat standarisasi mutu yang diizinkan. Penanganan yang tidak
baik akan berdampak pada kualitas bahan yang buruk, harga jual yang rendah,
serta dapat menimbulkan kerugian bagi para produsen hasil-hasil pertanian
tersebut.
Untuk menghasilkan produk olahan diperlukan ilmu, keahlian dan
keterampilan tersendiri. Teknik dalam mengolahnya juga berbeda beda. Beberapa
teknik pengolahan pangan yang sering dilakukan adalah menghilangkan lapisan
luar yang tidak diinginkan (pencucian).
Banyak Petani di Indonesia tidak melakukan pencucian terhadap hasil
panen yang mereka dapatkan. Khususnya para petani kakao, hasil yang mereka
peroleh tidak di olah sama sekali, mereka langsung menjual hasil panen berupa
buah, padahal jika mereka mengelolah biji kakao tersebut,yakni dengan mencuci,
lalu menjualnya nilai jual nya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan
langsung, yakni berupa buah. Pencucian dengan alat mekanis belum banyak
dilakukan karena kurangnya pengetahuan dan keterbatasan jumlah alat yang ada
petani. Sehingga harga jual yang diperoleh kurang menguntungkan, padahal
apabila dilakukan akan meningkatkan pendapatan.
Untuk itu,
masyarakat khususnya para petani,memerlukan suatu alat pencuci biji kakao dalam
penanganan hasil-hasil pertanian selama pasca panen. Diharapkan meningkatkan
pendapatan para petani kakao .
Pada masa kini alat pencuci biji kakao sudah banyak dirancang. Yakni
alat yang menggunakan elektromotor dengan kapasitas berbeda-beda. Alat pencuci
biji kakao ini terdiri dari beberapa bagian penting yaitu: electromotor,
tabung pencuci, plat aluminium. Biji kakao yang dimasukkan ke dalam
tabung pencuci akan berputar bersama berputar nya tabung pencuci biji kakao
tersebut.( Anonimous, 2010).
Kelemahan alat
ini adalah jika digunakan langsung di tempat- tempat yang tidak terdapat sumber
arus listrik maka alat tidak dapat dioperasikan. Untuk itu perlu dirancang alat
pencuci biji kakao yang dapat bekerja dengan tenaga manual bila suatu daerah
belum ada arus listrik, perancangan alat penggerak secara manual yang dimaksud
digunakan untuk memutar alat pencuci biji kakao, sehingga dapat digunakan
dimana saja, juga alat ini dapat menghemat biaya operasional.
Peran
Mekanisasi Pertanian
Pengembangan alat dan mesin pertanian
yang juga pengembangan mekanisasi pertanian tidak dapat berdiri sendiri, karena
merupakan suatu sub sistem penunjang ( supporting system) dalam proses
budidaya, pengolahan dan penyimpanan. Sebagai teknologi yang bersifat indivisible
( tidak dapat terbagi), peran alat dan mesin pertanian tersebut sebaiknya dapat
didistribusikan pada banyak pemakai, atau petani kecil yang tidak mempunyai
cukup kemampuan untuk memilikinya. Berbagai studi menyebutkan, bahwa alat dan
mesin pertanian memiliki kaitan sangat erat dengan dinamika sosial ekonomi dari
sistem budidaya pertaniannya.
B.
Tujuan
Tujuan dari
Praktikum Mekanisasi Pertanian ini yaitu agar mahasiswa mengetahui beberapa
alat dalam Mekanisasi Pertanian dimulai dari Mekanisasi Penyiapan Lahan,
Mekanisasi Penanaman, Mekanisasi Perawatan dan Pemupukan, Mekanisasi Pemanenan.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
A.MEKANISASI
PENYIAPAN LAHAN
Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari
tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang
tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyiapan lahan
digolongkan menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis
kegiatannya terbagi menjadi dua tahap :
1.Pembersihan
lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang
rumput. Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang
tumbuh tanaman.
2.Pengolahan
tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul
atau membajak (sesuai dengan kebutuhan).
Dalam proses penyiapan lahan ini ada dua hal penting yang
harus dilakukan. Yang pertama adalah pembersihan lahan dari unsur
pengganggu.Seperti semak belukar, alang-alang dan berbagai tanaman yang sudah
mati. Proses pembersihan bisa dilakukan dengan cara manual atau menggunakan zat
kimia seperti Sodium Chorate (5-10 g/m2)Hal kedua adalah pengolahan tanah.
Dalam hal ini, tanah perlu dikelola agar mampu memberikan kesuburan bagi
tanaman yang akan hidup di tanah tersebut.
Metode
Pembukaan Lahan
• pada daerah alang-alang:
o mekanis à membajak dan menggaru
o khemis à menyemprot alang-alang dengan racun antara lain Dalapon atau Glyphospate
• konversi : membuka areal perkebunan dari bekas perkebunan lain
• pembukaan lahan tanpa bakar à cara membakar hutan dilarang oleh pemerintah.
• pada daerah alang-alang:
o mekanis à membajak dan menggaru
o khemis à menyemprot alang-alang dengan racun antara lain Dalapon atau Glyphospate
• konversi : membuka areal perkebunan dari bekas perkebunan lain
• pembukaan lahan tanpa bakar à cara membakar hutan dilarang oleh pemerintah.
B.MEKANISASI PENANAMAN
Penanaman merupakan usaha penempatan
biji atau benih di dalam tanah pada kedalaman tertentu atau menyebarkan biji di
atas permukaan tanah. Pada dasarnya alat tanam padi dikelompokan menjadi dua
jenis, yaitu tipe bibit tanpa tanah dan tipe bibit dengan tanah. Alat tanam
pada tipe bibit tanpa tanah, yaitu bibit disemaiakan di tempat pembibitan di
lahan seperti pada umumnya, setelah bibit memiliki 4-6 daun, bibit dicabut
kemudian tanah yang melekat pada akarnya dicuci, kemudian diletakan pada kotak
bibit dan siap untuk ditanam. Alat tanam pada tipe bibit tanpa tanah
mempergunakan bibit yang akan disemaikan langsung pada kotak persemaiannya dan
tanahnya tidak perlu dibersihkan dulu pada saat ditanam di lahan. Jenis ini ada
2 macam, yaitu
a.
Transplanter
roda dua dan transplanter roda empat.
Transplanter merupakan alat penanam
bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam.
Secara umum ada dua jenis mesin tanam bibit padi, dibedakan berdasarkan cara
penyemaian dan persiapan bibit padinya. Yang pertama, yaitu mesin yang memakai bibit yang ditanam/disemai di lahan
(washed root seedling). Mesin ini memiliki kelebihan yaitu dapat dipergunakan
tanpa harus mengubah cara persemaian bibit yang biasa dilakukan secara
tradisional sebelumnya. Yang kedua
adalah mesin tanam yang memakai bibit yang secara khusus disemai pada kotak
khusus. Mesin jenis ini mensyaratkan perubahan total dalam pembuatan bibit. Persemaian harus dilakukan pada kotak
persemaian bermedia tanah, dan bibit dipelihara dengan penyiraman, pemupukan
hingga pengaturan suhu. Mesin ini dapat bekerja lebih cepat, akurat dan stabil.
b. Seeder
Alat penanam (seeder) berfungsi untuk
meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan
keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan
alat penutup tanah.
Penebaran benih dan pola pertanaman
dengan alat penanam (seeder) ini
dapat
digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :
Broadcasting (benih
disebar pada permukaan tanah)
Drill seedling (benih
dijatuhkan secara random dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur
sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu).
Pesicion
drilling (benih ditanam secara tunggal dengan
interval yang sama
dengan
alur)
Hill dropping (kelompok
benih dijatuhkan secara random dengan interval
yang
hampir sama dengan alur)
Chezktow
planting (benih diletakkan pada tempat tertentu
sehingga
diperoleh
lajur tanaman dengan dua arah yang sama)
Mesin
atau peralatan yang digunakan sebagai penanaman benih adalah
sebagai
berikut :
1).
Mesin tanam sebar (broadcast seeder)
Pada alat ini benih penjatahan benih
dari hoper melalui satu lubang variabel (variable orifice). Suatu agitator
ditempatkan diatas lubang variabel tersebut untuk menceaah macet karena benih-benih
saling mengunci (seed bridging), juga agar aliran benih dapat
kontinyu.
Kadang-kadang suatau roda bercoak
(fluted wheel) digunakan sebagai penjatah benih. Benih hasil penjatahan ini
kemudian dijatuhkan pada piringan yang berputar. Karena bentuk dari piringan
ini, benih tersebut akan dipercepat dann dilempar mendatar karena akanya gaya
sentrifugal. Lebar sebaran tergantung pada diamter piringan, bentuk penghalang,
dan desitas dari benih. Dua buah disk berputar dengan arah putaran yang
berlawanan (counter disk spinning) dapat dipergunakan agar jangkauan sebaran
lebih lebar.
2)
Mesin tanam acak dalam lajur (drill seeder)
Mesin tanam benih secara acak dalam
lajur, biasanya pada setiap alur tanam, benih dijatah dari hoper oleh suatu
silinder bercoak yang digerakkan dengan roda tanah (ground wheel). Jumlah benih
per satuan waktu atau laju benih dikontrol melalui lebar bukaan yang dapat
diatur. Benih tersebut melewati tabung penyalur benih jatuh secara gravitasi ke
lubang tanam yang dibuat oleh pembuka alur, bisa berupa disk atau bentuk lain. Umumnya
jarak antar benih berkisar antara 150 – 400 mm. Metoda penutupan benih dapat
dilakukan dengan rantai tarik, yang ditempatkan dibelakang pembuka alur (furrow
opener). Setelah benih tertutup tanah, maka tanah diatas dan disamping
benih tersebut akan diperkeras menggunakan roda tekan. Jenis-jenis pembuka alur
dan roda tekan.
3)
Mesin tanam presisi dalam lajur (precision seeder)
Mesin
tanam presisi (memberikan penempatan yang tepat dari setiap benih pada interval
yang sama dalam setiap alur tanam. Jarak antar alur tanam atau sering juga
disebut jarak antar barisan, umumny dibuat cukup lebar untuk keperluan
penyiangan. Mesin tanam presisi tersedia dalam bermacam-macam variasi. Dimana
sumber tenaga tarik yang digunakan dapat menggunakan orang, hewan, traktor
roda-2 maupun trator 4-roda.
C.MEKANISASI
PERAWATAN TANAMAN DAN PEMUPUKAN
Setelah
tanaman ditanam dan agar dapat tumbuh dengan baik maka tanaman perlu perawatan
yaitu mencegah dan memberantas adanya gangguan baik yang disebabkan oleh
tanaman penggangu maupun hama penyakit. Untuk tanaman padi penyiangan tanaman
pengganggu biasanya dilakukan petani dengan mencabut secara manual dengan
menggunakan alat yang dinamakan landak. Untuk tanaman palawija penyiangan dapat
dilakukan secara manual dengan cara mengkorek dan menimbun tanah disekitar
tanaman. Apabila baris tanaman disiapkan secara mekanis maka penyiangan tanaman
pengganggu dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan alat ridger.
Pekerjaan-pekerjaan
dalam pemeliharaan tanaman TBM adalah sebagai berikut:
1)
Konsolidasi,
2)
Pemeliharaan jalan, benteng, teras, parit dan lain-lain,
3)
Penyulaman,
4)
Pengendalian gulma,
5)
Pemupukan
6)
Pemeliharaan tanaman penutup tanah,
7)
Kastrasi/ablasi
8)
Penyerbukan (polinasi),
9) Pengendalian hama dan penyakit
Perawatan tanaman meliputi proses
pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Pupuk merupakan kunci dari
kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur
yang habis teresap tanaman. Jadi memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam
tanah (pupuk akar) dan tanmaan (pupuk daun).
Pemupukan dilakukan untuk mencukupi atau
menambah zat-zat makanan yang berguna bagi tanaman dari dalam tanah, atau
dengan kata lain supaya zat-zat makanan untuk tanaman terung belanda bertambah.
Dalam rangka memperoleh hasil dan mutu yang tinggi pada usaha-usaha penanaman,
perlu dilakukan berbagai usaha, sehingga zat-zat hara yang tidak dapat diserap
menjadi siap untuk diserap. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan jalan
pemupukan. Pemupukan tanaman ini dilakukan dilakukan beberapa kali. Hal ini
disebabkan karena tanaman terung belanda memiliki umur yang panjang dan masa
produktif yang cukup lama, yaitu sekitar 3 – 4 tahun. Pemupukan tanaman ini
dilakukan dengan cara membuat lubang melingkar atau parit melingkar di
sekeliling pohon pada batas paling luar kanopi tanaman. Kedalama lubang atau
parit ini sekitar 15 – 20 cm. Selanjutnya lubang ini diisi dengan pupuk kandang
dan pupuk buatan (NPK).
Atas dasar sumber tenaga yang
dipergunakan untuk menggerakkan alat, alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan,
yaitu :
1. Alat
pemupukan dengan sumber tenaga manusia dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Tradisional : Cara tradisional ini masih
banyak dipergunakan petani di Indonesia. Pupuk sampai ke permukaan tanah dengan
cara disebar dengan menggunakan tangan.
b. Semi
Mekanis
Alat penyebar semi mekanis biasanya
dipergunakan untuk menyebarkan pupuk butiran. Sebagai sumber tenaganya adalah manusia,
dengan mendorong alat melalui tangkai pengendali. Pergerakan peralatan pengeluaran
pupuk diatur oleh perputaran roda melalui rantai transmisi dan gigi atau belt.
Dalam operasinya alat ini dikaitkan dengan alat tanam. Pergerakan alat dari
alat penyebar pupuk tersebut berasal dari perputaran roda. Dalam operasinya,
biasanya alat dikaitkan dengan alat penanam benih. Untuk menyebarkan pupuk,
alat dapat dikendalikan oleh 2 atau 1 orang. Pada alat yang memerlukan 2 orang,
masing-masing orang mengawasi pengeluaran jalannya pupuk dan jalannya ternak
atau alat.
3. Alat
pemupukan dengan sumber tenaga traktor
Alat
pemupukan yang digerakkan traktor mempunyaibentuk bermcam-macam, dan tergolong
peratan mekanis. Atas dasar pupuk yang dipergunakan, maka mesin dapat
digolongkan menjadi 3, yaitu :
1.
Alat penyebar pabuk (pupuk kandang)
2.
Alat penyebar pupuk butiran
3.
Alat penyebar pupuk cair dan gas
D.MEKANISME
PEMANENAN
Cara pemanenan padi dapat dibagi dua
macam cara, yaitu cara tradisional dan cara mekanis. Dengan caratradisional
alat yang digunakan adalah ani-ani atau sabit. Sedangkan macam-macam alat/mesin
tersebut, terlebih dulu mengurutkan kegiatan-kegiatan yang terjadi sejak dari
panen, kemudian pengumpulan/pengikatan, perontokan, pengeringan dan penggilingan.Panen adalah hal yang diharapkan
oleh petani atau pengusaha terung belanda. Setelah bersusah payah melakukan
penanaman dan pemeliharaan tanaman, saat panen akan mendapat hasil yang
diharapkan.
Dalam
hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Panen
harus dilakukan pada waktu yang tepat agar sesuai dengan keinginan konsumen dan
baik kualitasnya. Komoditi terung belanda yang dipanen terlalu tua akan menjadi
busuk dan kurang enak dikonsumsi. Apabila dipanen terlalu muda, maka kuantitas
produksi akan lebih sedikit dan harga jualnya pun menjadi lebih rendah karena
kurang memenuhi standar perrdagangan secara umum.
Mekanisme
pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen.
Sebaiknya buah yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan
daging buahnya belum liat.Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka
sebaiknya buah dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi).Waktu
panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari.
E.MEKANISME
PASCA PANEN
Pada tanaman hortikultura, teknologi
pasca panen mampu memberikan dukungan untuk mempertahankan mutu pada penanganan
segar, meningkatkan nilai tambah pada dengan proses pengolahan yang benar dan
tepat, tanpa memperngaruhi rasa dan aroma. Demikian pula teknik sensing, teknik
kemasan aktif, dan berbagai penerapan teknologi elektronik dapat membantu dalam
grading, sortasi tanpa merusak ( Non Destructive Test). Prinsip
prinsip keteknikan (engineering) ini sekarang sudah diterapkan oleh
negara negara maju, dan bahkan negeri tetangga Malaysia dan Thailand untuk
meningkatkan produk produk pertanian mereka supaya dapat lebih bersaing di pasa
global. Pasca panen (kegiatan setelah panen) merupakan ruas kegiatan usaha tani
yang paling kritis, bukan hanya curahan tenaga kerja namun juga faktor kritis
yang menyangkut masalah susut. Data BPS pada musim tanam 1986/87 menunjukkan
angka susut yang cukup besar yaitu 21,3% dari seluruh kegiatan (panen sampai
penggilingan). Angka susut memang berbeda beda, namun angka nasional yang
ditunjukkan oleh data BPS dapat dipakai sebagai acuan resmi nasional.
.Salah
satu tahapan kegiatan penanganan pasca panen padi yaitu perontokan padi.
Perontokan padi pada umumnya dilakukan
dengan dua cara yaitu cara manual dengan
dibanting atau gebot dan cara mekanis dengan pedal threser atau power
threser. Di beberapa lokasi, penggunaan mesin perontok (power threser) sudah
berkembang. Perontokan dengan pedal threser sudah mulai ditinggalkan karena
kapasitas kerjanya rendah, hampir sama dengan cara dibanting atau gebot. Alasan
penggunaan power threser umumnya adalah karena lebih cepat dan gabah lebih
bersih.Menurut Ananto dkk (2003), berkembangnya mesin perontok berkaitan dengan
terbatasnya tenaga kerja dan kesempatan kerja yang lebih baik di luar sector pertanian,
serta berkembangnya sistem tebasan dengan panen beregu.Sementara di lokasi dengan
sistem panen keroyokan, power threser sulit berkembang.Di dalam pelaksanaan kegiatan
perontokan padi di lapangan, telah diteliti dan dianalisa beberapa faktor yang memepengaruhi
dalam tahapan kegiatan tersebut.Untuk mengetahui lebih jauh mengenaimekanisme,
kinerja.
F.PEMILIHAN
ALAT MEKANISME PERTANIAN
Alat dan mesin pertanian yang ada pada umumnya diimpor dari
luar yang terdiri dari bermacam merek dan tipe.Karena itu perlu penyesuaian-
penyesuaian dalam penggunaan alat dan mesin pertanian untuk suatu wilayah lahan
pertanian tertentu. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengembangkan penggunaan
alat dan mesin pertanian di Indonesia berpedoman kepada tipe-tipe wilayah
pengembangan menurut tingkat kesiapan dan mesin pertanian.Pemilihan mesin-mesin
pertanian harus meliputi : merek dagang, nama dagang, modal, perbaikan
(reparasi), desain mesin, mudahnya pengoperasian, mudahnya penyetelan, kondisi
dan kesesuaian kerja, pengganti unit dengan cepat, keluesan gerak dan
kenyamanan.
Karena selain memudahkan pekerjaan,
pemanfaatannya juga memberikan efisiensi waktu dan biaya pra tanam. Sehingga
penanaman dan panen dapat dilakukan tepat waktu dengan estimasi biaya penanaman
tidak terlalu besar,hal itu disebabkan karena tenaga kerja manusia untuk
pengolahan lahan telah banyak digantikan dengan tenaga dari mesin traktor. Salah satu
contoh mesin traktor pertanian yang sering digunakan adalah traktor tangan.
Traktor ini biasa digunakan petani untuk mengolah lahan yang tidak terlalu luas. Dengan
perkembangan teknologi yang semakin pesat maka maka mahasiswa diharapkan mampu
mengetahui penampilan dan mengoperasikan mesin-mesin pertanian khususnya
traktor. Dimana penggunaan mesin tersebut akan mempertinggi efisiensi kerja
petani, karena akan dibutuhkan sedikit tenaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar